jaringan pemasaran

Testimonial

Menurut kami, peralatan yang disupply oleh PT. Parchaindo Utama cukup menunjang kebutuhan kami, karena pilihan paket yang diberikan cocok dengan kebutuhan kami saat ini.

Layanan purna jual yang diberikan oleh PT. Parchaindo pun cukup memuaskan, karena teknisi dari PT. Parchaindo sangat bertanggung jawab terhadap peralatan yang disupply.

Kami mengharapkan kedepannya peralatan dapat dicheck secara kontinu seperti yang sudah berjalan saat ini. Kami juga sangat mengharapkan pelayanan tambahan yang bisa diberikan oleh perusahaan kepada kami.

Tertanda,

Asisten Lab. Bahasa Digital STT PLN

Erdi

Erdi-Asisten Lab. Bahasa Digital

Lihat Seluruh Testimonial


INDONESIA CERDAS


14.07.2010

Mewujudkan “INDONESIA CERDAS” bisa dimulai dari peningkatan mutu pendidikan nasional. Meski pendidikan nasional menjadi tanggung jawab pemerintah, tapi masyarakat dan dunia usaha bisa ikut berperan aktif. Mengapa? Sebab, pendidikan nasional itu sangat luas dan strategis. Sedemikian strategisnya, sampai Mendiknas, Mohammad Nuh, mengibaratkan: “Pendidikan itu seperti seorang ibu hamil yang akan melahirkan generasi baru. Dalam kondisi yang normal, kelahiran sang bayi bukan saja membahagiakan tapi sangat dinantikan” Bahkan, dengan pendidikan pula, kita berharap generasi masa depan akan terhindar dari syndrome “socio idiot” Yakni, generasi yang tidak memiliki kemampuan untuk mandiri, yang tidak memiliki kepekaanketajaman sosial, dan asyik sendiri dengan dunianya.


Lebih lanjut menurut Mohammad Nuh, proses pendidikan memiliki dua ciri utama yakni irreversible dan futuris-anticipative. Proses irreversible (tidak dapat diulang). Artinya, segala karakter, kemampuan yang dibangun selama proses termasuk kesalahan-kesalahan (defects) akan melekat dalam produk yang dihasilkan dan tidak dapat ditarik kembali. Hal itu, berbeda dengan proses reversible, seperti pembuatan produk yang tangible di sebuah industri mobil, misalnya. Kecacatan (defect) bagian tertentu dari mobil yang telah dihasilkan, masih dimungkinkan dilakukan penarikan produk mobil itu dari peredarannya di pasar. Tapi kecacatan produk pendidikan (lulusannya), tidak mungkin ditarik kembali ke ruang kelas untuk dilakukan ’pembetulan’,” ujarnya.


Ciri kedua, futuris-anticipative. Yakni, apa yang dihasilkan oleh sistem pendidikan pada dasarnya menyangkut masa depan. Masa depan dirinya, keluarga dan bangsanya. Maka, jelaslah bahwa hanya dengan peningkatan kualitas pendidikan, “INDONESIA CERDAS” bisa terwujud. Bukan saja cerdas secara IQ (Intelligence Qoutient) tapi juga harus memiliki karakter kuat. Apalagi, kini, berbagai pihak menekankan kembali pentingnya pendidikan karakter. Bahkan, akhir 2009, Muktamar Muhammadiyah dalam salah satu butir rekomendasikan juga menekankan pentingnya pendidikan karakter bagi pembangunan bangsa. Begitu juga, awal 2010 konggres Perguruan Taman Siswa, mengangkat pendidikan karakter sebagai salah satu strategi penting pengembangan rekayasa pendidikannya. Seruan di atas menunjukkan betapa pendidikan karakter mendesak dan penting sama pentingnya dengan pendidikan kecerdasan. Sebab, sudah terlalu banyak keluhan masyarakat tentang menurunnya tata krama, etika, dan kreativitas karena melemahnya pendidikan budaya dan karakter bangsa.